• Hasil Ujian Seleksi Kompetensi Dasar CPNS Tanjung Jabung Timur Formasi Tahun 2019 Dapat Dilihat Pada Kolom Pengumuman Website Ini   |
  • Jumlah PNS Kabupaten Tanjung Jabung Timur Pada Akhir Februari 2020 sebanyak 3.804 orang   |
14-03-2016, oleh Administrator
Pentingnya Motivasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai

Sumber daya manusia dalam organisasi sangat penting karena sebagai motor penggerak dari seluruh kegiatan atau aktivitas dalam mencapai tujuan organisasi maupun untuk mempertahankan kelangsungan hidup organisasi. Berhasil tidaknya suatu organisasi dalam mempertahankan eksistensi organisasi diawali dari mengelola SDM. Khususnya upaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja pegawai. Kinerja maksimal dari pegawai menurut UU No. 5 tahun 2014 tentang ASN terwujud bilamana organisasi dapat mengarahkan dan mengembangkan potensi dan kemampuan yang dimiliki oleh pegawai sehingga pegawai mampu bekerja secara. Motivasi dan disiplin erat kaitannya dengan kinerja pegawai. Motivasi dan disiplin yang langsung dirasa oleh pegawai dapat menurunkan kinerja ataupun meningkatkan kinerja pegawai. Pegawai yang merasa termotivasi dan disiplin terhadap pekerjaannya akan berdampak pada meningkatnya kinerja suatu organisasi secara keseluruhan. Menurut Hasibuan (2008:194). Ada 8 indikator yang mempengaruhi tingkat kedisiplinan pegawai diantaranya:

1. Tujuan dan kemampuan

Tujuan dan kemampuan pegawai ikut mempengaruhi tingkat kedisiplinan pegawai. Tujuan yang di capai harus jelas dan ditetapkan secara ideal serta cukup menantang bagi kemampuan pegawai dalam bekerja dengan kata lain bahwa tujuan pemberian pekerjaan yang dibebankan kepada pegawai harus sepadan atau sesuai dengan kemampuan pegawai bersangkutan, agar dia bersungguh-sungguh dalam bekerja dan disiplin dalam mengerjakannya.

2. Teladan pimpinan

Teladan pimpinan berperan penting untuk membentuk kedisiplinan pegawai mengingat pimpinan sebagai teladan dan panutan oleh para bawahannya.

3. Balas jasa

Balas jasa ikut mempengaruhi kedisiplinan pegawai karena balas jasa akan membentuk kepuasan dan kecintaan pegawai terhadap pekerjaannya, jika kecintaan pegawai semakin baik terhadap pekerjaan kedisiplinan mereka akan semakin baik pula.

4. Keadilan

Keadilan ikut mendorong terwujudnya kedisiplinan pegawai karena ego dan sifat manusia yang selalu merasa dirinya penting dan minta diperlakukan sama dengan manusia lainnya.

5.Waskat

Waskat (pengawas melekat) adalah tindakan nyata dan paling efektif dalam mewujud kan kedisiplinan pegawai.

6. Sanksi hukum

Sanksi hukum berperan strategis dalam memelihara kedisiplinan pegawai dengan sanksi hukum yang sepadan pegawai akan semakin takut melanggar peraturan, sehingga sikap dan prilaku indisipliner pegawai akan berkurang.

7. Ketegasan

ketegasan pimpinan menegur dan menghukum setiap pegawai yang indisipliner akan mewujudkan kedisiplinan yang baik pada suatu instansi.

8. Hubungan kemanusiaan

Pimpinan harus berusaha menciptakan suasana hubungan kemanusiaan yang serasi serta mengikat semua pegawainya. Terciptanya human relationship yang serasi akan mewujudkan lingkungan dan suasana kerja yang nyaman. Hal ini jelas akan memotivasi kedisiplinan yang baik pada suatu instansi.

Sumber : Pusdiklat AP

Oleh : Muhammad Agus Muljanto, SE, M. Si Widyaiswara Muda Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan ditulis kembali  oleh Ngadinah SH (Kasubbid Status HUkum & Penghargaan)