• Hasil Ujian Seleksi Kompetensi Dasar CPNS Tanjung Jabung Timur Formasi Tahun 2019 Dapat Dilihat Pada Kolom Pengumuman Website Ini   |
  • Jumlah PNS Kabupaten Tanjung Jabung Timur Pada Akhir Februari 2020 sebanyak 3.804 orang   |
14-03-2016, oleh Administrator
Coaching Dan Mentoring Dalam Diklatpim Pola Baru

Pendidikan dan pelatihan kepemimpinan (Diklatpim) Pola Baru dilaksanakan dalam rangka mengembangkan kompetensi kepemimpinan peserta diklat. Kompetensi kepemimpinan yang diharapkan adalah terbentuknya para peserta diklatpim menjadi pemimpin perubahan. Filosofi pemimpin perubahan ini diilhami oleh konsep kepemimpinan adaptif (adaptive leadership). Penyebab perlu adanya pemimpin adaptif pada organisasi adalah adanya tantangan kompleks yang dihadapi organisasi. Di samping itu, improvisasi operasional untuk menghadapi tantangan perubahan tersebut tidak mencukupi untuk menjawabnya. Oleh karena itu, pemimpin perubahan yang akan dibentuk dalam diklatpim adalah pemimpin yang mampu melakukan adaptasi dengan perubahan yang terjadi di lingkungannya.

Terdapat dua karakter yang harus dimiliki oleh pemimpin perubahan, yaitu :

  1. Harus mempunyai tujuan yang jelas. Pemimpin perubahan harus mampu merumuskan dengan jelas tujuan organisasi yang dipimpinnya.
  2. Memiliki kemampuan memobilisasi stakeholder baik internal maupun eksternal. Seorang pemimpin perubahan untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan tidak mungkin melakukannya sendirian. Ia pasti membutuhkan orang lain untuk bersama-sama menuju tujuan yang telah ditetapkan tersebut.

Untuk mengembangkan peserta diklatpim agar memiliki kompetensi sebagai pemimpin perubahan, model pembelajaran diklatpim dirancang dengan sistem on/off campuss dengan pengertian sebagai berikut :

  1. On campuss maksudnya model pembelajaran klasikal dengan penekanan pada penguatan wawasan kebangsaan dan integritas serta pembekalan kemampuan teori manajerial dan kepemimpinan.
  2. Off campuss maksudnya model pembelajaran dengan pendekatan penerapan praktik kepemimpinan secara langsung di lapangan atau di tempat kerja para peserta diklat. Praktik lapangan dilakukan untuk mengasah kemampuan peserta dalam merancang perubahan dan mengeksekusi rencana perubahan yang sudah dirancang tersebut.

Sistem on/off campuss dalam pembelajaran diklatpim ini meliputi lima tahap. Kelima tahapan tersebut adalah: 

  • Tahap I: Diagnosa Kebutuhan Perubahan Organisasi.

Pada tahap ini peserta on campuss dengan penekanan pembelajaran pada pengembangan wawasan kebangsaan dan integritas. Selain itu, peserta mulai melakukan diagnosa kebutuhan perubahan di kantornya.

  • Tahap II: Breakthrouh I (Taking Ownership)

Pada tahap kedua ini, peserta off campuss yaitu kembali ke tempat kerjanya untuk memperdalam kebutuhan perubahan dan melakukan komunikasi dengan stakeholder. Pada tahap ini, peserta harus sudah dapat menentukan topik perubahan.

  • Tahap III: Merancang Perubahan dan Membangun Tim

Pada tahap ketiga ini, peserta kembali on campuss. Pada tahap ini pembelajaran menekankan pada penyusunan rancangan proyek perubahan yang akan dilakukan.

  • Tahap IV: Breakthrouh II (Leadership Labolatory

Pada tahap keempat ini, peserta kembali off campuss. Peserta mengimplementasikan proyek perubahan di tempat kerjanya. Keberhasilan peserta dalam diklat lebih banyak ditentukan pada tahap ini. Peserta harus mampu menyelesaikan proyek perubahan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan pada proposal proyek perubahan.

  • Tahap V: Evaluasi. Tahap kelima, peserta on campus

Pada tahap ini, peserta mempresentasikan hasil yang telah dicapai selama implementasi proyek perubahan yang telah dilakukan pada Tahap IV. Peserta yang berhasil lulus adalah yang mampu mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam proposal proyek perubahannya.

Penjelasan sistem pembelajaran diklatpim pola baru di atas menunjukkan pada Tahapan II dan IV, para peserta diklatpim berada di tempat kerjanya kembali (off campuss). Pada tahapan ini, peserta diklatpim akan dibimbing oleh dua pihak yaitu coach dan mentor. Peran coach dan mentor tentunya sangat besar untuk membantu dan mengarahkan peserta diklatpim baik ketika menyusun rancangan proyek perubahan maupun pada saat melaksanakan proyek perubahan tersebut. Berdasarkan uraian tersebut, tulisan ini membahas topik coaching dan mentoring serta peran pentingnya dalam kaitan dengan pencapaian tujuan diklatpim.

Peran Penting Coach dan Mentor dalam pelaksanaan Diklatpim Pola Baru

Dalam pelaksanaan Diklatpim Pola Baru, coaching dan mentoring  memiliki peran yang sangat penting. Untuk itu lah kita perlu memahami Definisi coaching dan mentoring antara lain :

  1. Coaching adalah sebuah proese kolaborasi yang berfokus pada solusi, berorientasi pada hasil, dan sistematis, dimana coach memfasilitasi peningkatan atas performa kerja, pengalaman hidup, pembelajaran diri, dan pertumbuhan pribadi
  2. Mentoring  didefinisikan sebagai orang yang berbagi pengalamannya, pembelajarannya dan nasihatnya kepada mereka yang kurang berpengalaman dalam bidang tertentu.

Penerapan coaching secara tepat dapat menghasilkan situasi menang-menang (win-win) yang bermanfaat untuk semua pihak atau stakeholder. Manfaat tersebut dapat dirasakan baik bagi individu, kelompok, dan organisasi. Banyak manfaat yang dapat diperoleh proses coaching dan mentoring ini. Beberapa manfaat yang diperoleh dari implementasi coaching dan mentoring yang tepat adalah

  1. Peningkatan kinerja. Peningkatan kinerja dapat dirasakan oleh individu dan kelompok. Selanjutnya peningkatan kinerja individu atau kelompok akan berkontribusi pada peningkatan kinerja organisasi.
  2. Komitmen dan motivasi yang lebih tinggi. Penerapan coaching akan meningkatkan komitmen dan motivasi individu dan kelompok.
  3. Kesadaran dan refleksi diri yang lebih bagi individu dan kelompok. Tumbuhnya kesadaran dan refleksi diri akan memudahkan dalam pengembangan potensi diri dan kelompok secara berkesinambungan.
  4. Kemampuan kepemimpinan yang lebih baik. Coaching dan mentoring akan dapat mendorong dan menumbuhkan kemampuan kepemimpinan.
  5. Proses manajemen perubahan yang lebih baik. Perubahan organisasi umumnya menimbulkan gejolak baik secara individu maupun organisasi. Proses coaching dan mentoring dapat digunakan untuk mengelola perubahan tersebut agar dapat berjalan dengan baik.
  6. Perbaikan komunikasi dan hubungan. Proses coaching dan mentoring akan memperbaiki komunikasi dan hubungan antar individu maupun dengan kelompok.
  7. Pengimplementasian ketrampilan yang lebih baik. Implementasi ketrampilan yang lebih baik akan dipermudah dengan proses coaching dan mentoring yang dijalankan.
  8. Budaya organisasi yang lebih terbuka dan produktif. Dengan adanya coahing dan mentoring akan melahirkan budaya organisasi yang lebih terbuka dan produktif.

            Diklatpim pola baru dirancang untuk menciptakan pemimpin perubahan. Pemimpin perubahan adalah pemimpin yang mampu membawa organisasi menuju pencapaian kinerja yang optimal. Untuk membentuk pemimpin perubahan tersebut, model pembelajaran diklatpim dirancang dengan sistem on/off campuss. Sistem On campuss ditekankan pada penguatan wawasan kebangsaan dan integritas serta pembekalan kemampuan teori manajerial dan kepemimpinan, sedangkan Off campuss dilakukan dalam rangka penerapan praktik kepemimpinan secara langsung di lapangan.

Dalam pelaksanaan Tahap kedua dan keempat pada diklatpim pola baru, peserta berada di tempat kerjanya kembali (off campuss). Pada saat off campuss ini, peserta diklatpim akan dibimbing oleh dua pihak yaitu coach dan mentor. Yang bertindak sebagai coach adalah fasilitator/widyaiswara lembaga penyelenggara diklatpim, sedangkan mentor adalah atasan langsung peserta diklatpim atau pejabat lain yang ditunjuk.

Pada saat Tahap Kedua, peserta akan melakukan diagnosa organisasi di kantornya untuk menentukan perubahan apa yang akan dilakukan. Pada tahapan ini, mentor berperan untuk mengarahkan peserta dalam menentukan kebutuhan perubahan tersebut. Peran mentor ini penting untuk memudahkan peserta dalam merumuskan dan menentukan perubahan yang akan dilaksanakan. Peran coach  pada tahap ini adalah membimbing dan memonitor peserta diklatpim dalam menentukan kebutuhan perubahan untuk memastikan bahwa perubahan yang akan dibuat oleh peserta diklat sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Tahap Keempat adalah implementasi proyek perubahan. Pada tahapan ini, peserta diklatpim akan melaksanakan rencana perubahan yang telah disusun pada tahap ketiga. Peran mentor pada tahap ini adalah membimbing, mengarahkan, dan mendukung pelaksanaan proyek perubahan peserta diklatpim. Peran coach pada tahap ini adalah membimbing, memotivasi, dan memonitor peserta diklatpim agar pelaksanaan proyek perubahan dapat berjalan dengan lancar.

 Menjadi Coach dan Mentor Ideal

Uraian sebelumnya menunjukkan pentingnya peran coach dan mentor dalam mensukseskan proyek perubahan yang dilakukan oleh peserta diklatpim. Untuk itu, coach dan mentor seharusnya memiliki karakter sebagai coach dan mentor yang ideal. Karakteristik coach dan mentor yang baik diantaranya adalah empati, perspektif, fokus yang jelas, intuisi, obyektif, dan kekuatan untuk memberi tantangan kepada coachee. Selain karakteristik tersebut, coach dan mentor harus memiliki beberapa ketrampilan. Ketrampilan yang harus dimiliki antara lain ketrampilan mendengarkan, mengajukan pertanyaan, dan mengklarifikasi sesuai tujuan, strategi, dan tindakan. Kualitas seorang pengarah yang ideal diantaranya adalah sabar, lepas bebas, bersifat mendukung, berminat, pendengar yang baik, perseptif, sadar, sadar diri sendiri, atentif, dan retentif.

 

Oleh : Angga Harisumartha, S.TTP.,MH Kasubbid Pengembangan Karir BKD