• Hasil Ujian Seleksi Kompetensi Dasar CPNS Tanjung Jabung Timur Formasi Tahun 2019 Dapat Dilihat Pada Kolom Pengumuman Website Ini   |
  • Jumlah PNS Kabupaten Tanjung Jabung Timur Pada Akhir Februari 2020 sebanyak 3.804 orang   |
15-05-2015, oleh Administrator
Menpan RB: Dengan UU Administrasi Pemerintah, Kebijakan Tak Mudah Dikriminalisasi

Metrotvnews.com, Batam Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) akan segera mengesahkan Undang-Undang No. 30 / 2014 tentang Administrasi Pemerintahan (Adpem). Dengan dibuatnya UU Adpem, ke depannya suatu kebijakan penyelenggara negara tidak bisa dikriminalisasikan lagi.

“Syaratnya, dalam pembuatan kebijakan itu harus mentaati ketentuan seperti diperintahkan oleh UU Adpem,” ujar Menpan RB Yuddy Chrisnandi dalam pembukaan sosialisasi UU Adpem di Batam, Selasa (12/5/2015).
Melalui UU Adpem, kata Yuddy, maka pejabat negara kini memiliki panduan yang pasti soal bagaimana membuat kebijakan yang benar. UU ini juga mengatur tentang diskresi yang dimungkinkan oleh pejabat.
"Ada yang harus minta ijin atasan, tetapi bisa juga diskresi itu dilaksanakan sendiri. Kalau terjadi bencana alam seperti tsunami di Aceh, sudah pasti bisa dilakukan diskresi,” lanjut Yuddy.
Terakhir, Yuddy meminta pejabat menerapkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik. "Kalangan pejabat dan birokrasi harus lebih siap dalam mengimplementasikan tata kelola pemerintahan yang baik," imbuhnya.
UU Adpem ini merupakan pilar keempat yang memperkokoh pelaksanaan reformasi birokrasi yang mana pilar pertama adalah UU No. 39/2008 tentang Kementerian Negara, pilar kedua yakni UU No. 25/2009 tentang Pelayanan Publik, dan pilar ketiga UU No. 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).
Dalam Sosialisasi tersebut hadir pula Mantan Wakil Menpan RB Eko Prasojo, yang juga merupakan salah satu penggagas UU Adpem, sebagai pembicara. Sementara, Deputi Kelembagaan dan Tata Laksana Kemenpan RB Rini Widyantini bertindak sebagai moderator. Dua pembicara lainnya adalah Hakim PT TUN Surabaya Santer Sitorus, dan Dosen FH UI Tri Hayati.